Serunya Perang Tipat di Desa Kapal, Mengwi

5 Dessert Terenak di Bali yang Patut Kamu Coba
September 29, 2016
5 Spot Kekinian di Bali Utara Bikin Kamu Makin Keren di Instagram
October 24, 2016

Perang Tipat di Desa Kapal, Mengwi, Kabupaten Badung merupakan salah satu tradisi turun temurun. Dikenal juga dengan istilah Aci Rah Pengangon. Perang ini berlangsung di depan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Kapal, Mengwi.

Kamu bakal melihat ribuan ketupat bertebaran di udara? Penasaran seperti apa?

Baca juga:

 

Photo Credit: IG @fery_suputra22

Photo Credit: IG @fery_suputra22

Perang tipat diadakan sebagai wujud bentuk rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi atas berlimpahnya hasil panen di desa ini dan terhindar dari kekeringan. Tentunya perang ini erat kaitannya dengan kehidupan pertanian masyarakat desa setempat.

Biasanya perang ini dilaksanakan setiap purnama bulan ke empat dalam penanggalan Bali. Di tahun 2016 ini, Perang Tipat jatuh pada tanggal 15 Oktober 2016. Seperti ritual lainnya, sebelum melaksanakan perang,  masyarakat desa berkumpul di pura, diawali dengan proses sembahyang bersama oleh seluruh warga desa setempat.

Perang Tipat terbagi dalam dua kelompok yaitu utara dan selatan yang saling berhadapan dengan jarak sekitar 10 meter dengan memegang tipat di tangan dan kiri sebagai amunisi perang. Usai sembahyang, perang pertama akan dilakukan di dalam pura terlebih dahulu oleh puluhan laki-laki dewasa bertelanjang dada dan kemudian pindah ke jalan raya di depan pura.

Photo Credit: IG @steffinov

Photo Credit: IG @steffinov

Kurang lebih perang akan berlangsung selama 20 menit, tipat bertebangan di udara dari dua sisi dan memenuhi jalan raya, seperti berperang sungguhan ada yang menyerang bahkan ada yang bertahan dan penonton sekalipun bisa menjadi korban dari perang ini. Namun, tidak ada istilah dendam dalam perang ini.

Tipat-tipat yang digunakan ini jumlahnya puluhan ribu yang dikumpulkan dari total kepala keluarga dan banjar yang ada di Kecamatan Mengwi. Setelah perang berakhir, para peserta membersihkan sisa-sisa dari perang dan dikumpulkan menjadi satu. Sisa-sisa yang sudah terkumpul kemudian diambil dan ditaburkan ke sawah penduduk di desa adat Kapal.

Ayo catat di kalender kamu untuk mengunjungi Desa Adat Kapal di tanggal 15 Oktober 2016!

Photo Credit: Kompas.com

 

 

Steffi Novita
Steffi Novita
She has passion for traveling the world and she definitely loves the ocean