Sejarah Klungkung

Tips Aktivitas Merayakan Natal dan Tahun Baru di Bali
December 6, 2017
budaya klungkung
Budaya Klungkung
December 11, 2017
Spread the love
  • 792
    Shares

Klungkung adalah kabupaten terkecil di Bali yang memegang peranan penting dalam sejarah.

Sejarah kerajaan Bali sendiri pun tidak bisa dipisahkan dari keberadaan kerajaan Klungkung. Kerajaan Klungkung mencapai puncak kejayaannya dalam bidang pemerintaan, tradisi, seni dan budaya pada abad ke 14 – 17 pada mas pemerintahan Dalem (Raja) Waturenggong, dengan Gelgel – Swecapura sebagai pusat pemerintahannya, dengan kekuasaan hingga meliputi area Lombok dan Blambangan. Perang Puputan yang kita kenal terjadi sesudahnya, ketika Kerajaan Klungkung sudah berada di Kerajaan Semarapura.

Di masa penjajahan Belanda, Pemerintah Hindia Belanda berkeinginan untuk menguasai Bali baik dengan cara kerjasama maupun dengan senjata. Perang terbesar di Bali terjadi di Jagaraga, Kusamba, Puputan Badung dan Puputan Klungkung.

Sebagai pusat pemerintahan pada masa itu, Klungkung adalah fokus utama yang harus ditaklukkan bagi pemerintah Hindia – Belanda. Untuk memperlemah Klungkung, pertama tama mereka menyerang Kusamba, kota yang merupakan pusat perekonomian dan bagian dari kerajaan Klungkung. Prajurit Kusamba mempertahankan kotanya dengan menggunakan senjata tradisional seperti Bambu Runcing, Tombak dan Pisau Upacara. Dibawah kepemimpinan Raja Dewa Agung Istri Kanya dan Laskar Pemating (Pasukan Berani Mati), mereka berhasil menyerang pemerintah Belanda dengan melukai Jendral Michiel dan membunuh 2 perwira pada tanggal 24 Mei 1849.

Putra Mahkota, Dewa Agung Gede Agung terbunuh pada usia 12 tahun, mengakhiri Perang Puputan Klungkung yang dimenangkan oleh pihak Belanda, yang secara otomatis membuat Bali jatuh di tangan pemerintahan Kolonial Belanda. Cokorda Oka Geg adalah Raja pertama Klungkung yang dilantik pada masa pemerintahan Kolonial Belanda.

sejarah klungkung

Photo Source : personal pictures by @alfianapontoh

Setelah Puputan Klungkung berakhir, Pusat Pemerintahan Semarapura meninggalkan situs bersejarah dan warisan budaya yang tidak ternilai harganya, yang sekarang terkenal sebagai Obyek Wisata Kertagosa, terdiri dari Balai Kertagosa, Taman Gili, Pemedal Agung, Museum Semarajaya yang berisi benda bersejarah dan Monument Puputan Klungkung.

sejarah klungkung

Photo Source : personal pictures by @alfianapontoh

Sebagai informasi benda-benda bersejarah Klungkung sebagian tersimpan di Museum Semarajaya, sebagian tersimpan di Museum Nasional, dan sebagian lagi berada di luar negeri di Museum Leiden, Belanda. Di samping itu, di Museum Semarajaya juga ada koleksi dari Emilio Ambron sebagai penghargaan tanda kerjasama pemerintah Klungkung dengan pihak Itali.

museum semarajaya sejarah klungkung

Photo Source : personal pictures by @alfianapontoh

Ada tiga bangunan dari komplek kerajaan Klungkung yang masih tersisa dan tidak sampai hancur saat invasi kolonial Belanda. Ketiga bangunan tersebut antara lain:

  • Bangunan Medal Agung (pintu gerbang utama kerajaan Klungkung).
  • Bale Kambang (bangunan yang dikelilingi kolam yang disebut Taman Gili).
  • Bangunan / Bale Kertha Gosa.

Pada jaman dahulu fungsi dari Bale Kertha Gosa adalah tempat diskusi mengenai situasi keamanan, keadilan dan kemakmuran wilayah kerajaan Bali, serta pada jaman dulu juga difungsikan sebagai tempat pengadilan di Bali.

Hal utama yang menjadi daya tarik tempat wisata taman Kerta Gosa adalah arsitektur bangunan yang mencirikan arsitektur khas Bali abad 17. Keindahan arsitektur terutama terlihat pada bangunan Bale Kambang, yang dikelilingi kolam yang disebut Taman Gili.

Keunikan dari bangunan Bale Kambang dan Bale Kertha Gosa, ada pada langit – langit atap bangunan. Pada langit-langit atap bangunan terdapat lukisan Wayang yang menggambarkan kasus yang disidangkan, serta jenis hukuman yang akan diterima, jika melakukan kesalahan.

Belakangan ini,  cukup dengan membayar Rp. 12.000 per orang, kamu juga bisa melihat warisan budaya dan cerita sejarah aksi heroik Kerajaan Bali mempertahankan diri dari pemerintah Belanda.

 

Source : Uploaded by Ariani Widiastini on Aug 23, 2011 to
https://www.scribd.com/doc/62937789/Sejarah-Singkat-Kerajaan-Klungkung

Alfiana Pontoh
Alfiana Pontoh
A curly witty chatty traveler. I love the thoughts that intelligence is so attractive, ambition is sexy.