Perayaan Nyepi di Bali

Valentine’s Day di Bali, Romantis Banget!
February 14, 2016
Syahdunya saat Nyepi di Bali!
March 4, 2016

Perayaan Nyepi di Bali merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan / kalender Caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dengan tidak ada kegiatan seperti biasanya. Semua kegiatan tak terkecuali pelayanan umum, termasuk pula Bandar Udara Internasional harus ditutup, namun tidak berlaku untuk rumah sakit.

Di tahun 2016 ini, Perayaan Nyepi jatuh pada tanggal 9 Maret 2016. Namun, sebelum Perayaan Nyepi dimulai, ada beberapa kegiatan untuk menyambut Nyepi begitu pula setelahnya. Jika tertarik untuk merayakan Nyepi di Bali, cek dulu informasi di bawah ini:

  1. Upacara Melasti

liburanbali_2015-03-19_16-53-19[1]

Photo Credit IG: @welikebali

Upacara ini diadakan sekitar tiga atau dua hari sebelum Nyepi, dimana mana umat Hindu melakukan penyucian dengan membawa segala sarana persembahyangan di pura atau tempat suci kemudian diarak dan dilakukan di pinggir pantai atau danau. Keduanya dipercaya sebagai air kehidupan yang memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup.

Selain itu, tujuan dari Melasti adalah penyucian diri dari segala perbuatan buruk di masa lalu dan membuangnya ke laut, sehingga nantinya umat Hindu dapat menahan godaan serta menjadi lebih bersih, tenang serta diberi kekuatan saat menjalani Nyepi. Uniknya saat upacara melasti berlangsung, seluruh umat Hindu mengenakan baju putih. Pemangku (sebutan untuk pemuka agama dalam agama Hindu) akan berkeliling dan memercikan air suci kepada seluruh umat yang datang dan menebarkan asap dupa sebagai wujud penyucian.

  1. Ogoh-ogoh
shutterstock_98260448

Photo: @avillabali

Sehari sebelum perayaan Nyepi, pawai ogoh-ogoh tidak akan pernah terlewatkan. Patung raksasa dan menakutkan ini merupakan sebuah karya seni dalam kebudayan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala atau kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala). Dalam perwujudannya, ogoh-ogoh digambarkan sebagai sosok raksasa yang besar dan menakutkan dan merupakan cerminan sifat-sifat negatif pada diri manusia.

avillabali_2015-03-20_16-15-28[1]

Photo Credit IG: @xoxexi

Ogoh-ogoh terbuat dari bambu dan gabus ini biasanya dibuat dari jauh hari yang nantinya diarak beramai-ramai keliling desa oleh satu banjar pada senja/malam hari sebelum Nyepi dimulai atau hari Pengrupukan. Tujuannya agar kekuatan negatif yang ada di sekitar desa ikut bersama ogoh-ogoh. Setelah itu ogoh-ogoh akan dibakar dengan tujuan untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar.

  1. Hari Raya Nyepi

Tibalah di hari raya Nyepi, yaitu pada pinanggal pisansasih Kedasa (tanggal 1, bulan ke-10). Perayaan Nyepi di Bali sangatlah unik dan satu-satunya di dunia. Selama satu hari penuh tidak ada aktivitas seperti biasanya termasuk semua pelayanan umum, seperti bandara dan pelabuhan, pengecualian untuk rumah sakit.

Kata nyepi berasal dari kata sepi, sunyi atau senyap. Nyepi identik dengan suasana sepi dan gelap gulita. Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia dan Bhuana Agung / macrocosmos (alam semesta). Selain itu, dengan adanya Nyepi setahun sekali memberi kesempatan kepada alam semesta untuk bebas menghirup udara segar, tanpa asap dan polusi kendaraan dan mesin selama satu hari penuh.

  1. Ngembak Geni

shutterstock_97867868

Sehari setelah Nyepi, umat Hindu Bali mengadakan Upacara Ngembak Geni tujuannya untuk memanjatkan doa kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan kemudahan dan kebaikan, sehingga bisa kembali menjadi manusia yang baru. Ngembak artinya “bebas” dan Geni “api” memiliki makna bebas dalam menyalakan api. Arti luasnya, manusia terbebas dan dipersilahkan kembali untuk melakukan berbagai macam aktivitas seperti sedia kala setelah Nyepi.

 

 

 

 

Steffi Novita
Steffi Novita
She has passion for traveling the world and she definitely loves the ocean