NYEPI, Pesona Kedamaian Pulau Dewata

single fin
5 Rekomendasi Tempat Nge-Beer Seru di Bali
November 17, 2017
Rekomendasi Wisata Bawah Laut Bali Utara
December 1, 2017
ogoh ogoh bali
Spread the love

Sebagai provinsi dengan mayoritas masyarakat Hindu, Bali punya hari raya besar yang disebut Nyepi. Nyepi adalah satu upacara keagamaan yang datangnya setiap satu tahun sekali sebagai upacara penyambutan Tahun Baru Caka oleh umat Hindu di Indonesia. Nyepi menjadi hari di mana masyarakat Hindu merenungkan apa yang telah terjadi selama setahun terakhir dan menyiapkan rencana-rencana demi menjadi pribadi yang lebih baik lagi di tahun yang baru. Hari Nyepi biasanya dimanfaatkan untuk beribadah dan menahan diri dengan tidak keluar rumah, bekerja, menghidupkan lampu, memasak, maupun berwisata. Sebelum Nyepi dilaksanakan, ada beberapa rangkaian upacara ritual yang dijalankan oleh umat Hindu di Bali. Apa saja? Simak yuk!

 

1

Melasti

melasti

Photo credit by @tanggahan_peken

Melasti berasal dari kata Mala yang berarti kotoran, dan Asti yang berarti memusnahkan.Melasti merupakan rangkaian upacara Nyepi yang bertujuan untuk membersihkan segala kotoran serta memohon air suci kehidupan (tirta amertha) bagi kesejahteraan manusia. Melasti biasanya dilakukan di sumber mata air seperti laut dan danau dengan membawa barong, arca, dan pretima yang merupakan simbolisasi untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa. Setelah melaksanakan upacara ini, diharapkan umat Hindu dapat menghilangkan segala pikiran-pikiran negatif sehingga menjadi suci kembali.

 

2

Tawur Agung Kesanga dan Pengrupukan

ogohogohbali

ogohogohbali2

Setelah Melasti, keesokan harinya umat Hindu melaksanakan ritual Tawur Agung Kesanga atau Pengrupukan. Ritual ini dilakukan untuk menetralisir kekuatan negatif pada lingkungan dan diri manusia dengan cara mempersembahkan sesajen yang disebut Mecaru atau Tawur. Tawur memiliki makna membayar atau mengembalikan sari-sari alam yang digunakan manusia kepada para Bhuta Kala agar tidak mengganggu kehidupan manusia. Setelah Mecaru, dilakukan upacara Pengrupukan, yaitu mengobor-obori rumah dan seluruh pekarangan serta memukul kentongan hingga bersuara gaduh. Selain itu, kegiatan yang paling menarik tentunya adalah pembuatan dan parade Ogoh-Ogoh sebagai simbol Bhuta Kala. . Ogoh-ogoh ini akan diarak keliling desa dengan iringan obor dan gamelan tradisional Bali yang disebut Baleganjur. Meski begitu, belakangan membuat ogoh-ogoh tidak hanya sebagai simbol menetralisir kekuatan negatif, tapi juga sebagai sarana menuangkan kreativitas anak-anak muda dalam wujud festival ogoh-ogoh. Ini lah salah satu pesona unik Bali yang tidak bisa kamu temui di tempat lain.Bila kamu berlibur di Bali saat Nyepi, kamu bisa menyaksikan festival Ogoh Ogoh ini hampir diseluruh desa di Bali seperti Kuta, Legian, Sanur, Ubud, dan Nusa Dua.

 

3

Nyepi

suasana nyepi di bali

Suasana Nyepi di Pulau Dewata Photo credit : lukisankeabadian.blogspot.com

Sampailah pada hari raya puncak, yaitu Nyepi. Nyepi jatuh pada Penanggal Apisan Sasih Kedasa yang jatuh tepat pada tanggal 1 bulan ke-10 tahun Caka atau sekitar bulan Maret tahun Masehi. Umat Hindu merayakan Nyepi selama 24 jam, dari matahari terbit pada pukul 6 pagi sampai pukul 6 pagi keesokan harinya. Nyepi dimaknai sebagai hari renungan suci dimana umat Hindu melakukan Catur Brata yaitu : amati geni (tidak menyalakan api atau memasak), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak boleh berpergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang dan tidak menimbulkan keributan). Oleh karena itu, suasana Nyepi di Bali memang benar-benar sepi dan sunyi. Hanya ada beberapa satuan keamanan banjar dan desa (pecalang) yang berjaga. Bahkan, ketika ada masyarakat yang melanggar catur brata tersebut akan diberikan sanksi oleh tokoh masyarakat di banjar atau desa setempat.

 

4

Ngembak Geni

omedomedanbali

Suasana Omed-omedan di Sesetan. Foto oleh @dewa_sanjaya

Ngembak Geni jatuh pada 1 hari setelah Nyepi. Pada ngembak geni ini, umat Hindu diperbolehkan beraktivitas seperti biasa seperti memasak, bekerja, bepergian, dan lain sebagainya. Pada hari ini juga disarankan untuk mengunjungi rumah saudara untuk bersilahturami. Selain itu, ada tradisi unik yang saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat di Desa Sesetan yaitu Omed-omedan yang merupakan salah satu wujud dari Dharma Santhi (menjalin dilaturahmi).

 

Demikian rangkaian hari raya Nyepi sebagai salah satu hari raya suci umat Hindu. Ayo, siapa yang mau liburan ke Bali dan ikut merasakan sunyinya pulau Bali dalam sehari semalam?

Natih Widhiarini
Natih Widhiarini
An enthusiastic student. My willingness to learn brings me to be a contributor for AvillaBali.