Merinding Ketemu “Ibu” Pengabdi Setan di Bali

makanan murah di bali
Tempat Makan di Bawah 30 Ribu di Area Kuta
March 30, 2018
plaga wine
Plaga Wine – Wine Lokal dengan Bahan dan Kualitas Impor
April 24, 2018
ayu laksmi pengabdi setan
Spread the love
  • 16
    Shares

Pada penghujung Maret 2018 lalu, dua orang dari tim Avilla Bali ; Alfie & Puspa, berkesempatan untuk bertemu dengan salah seorang seniman, pemain film, dan perempuan cantik asli Bali. Beliau adalah Ayu Laksmi. Ibu Ayu atau yang saat ini sangat dikenal juga dengan sapaan Ibu karena perannya sebagai sosok ‘Ibu’ di film horror yang viral dan menjadi perhatian banyak netizen, Pengabdi Setan. Ibu sukses membuat kami berdua merinding bukan karena sosoknya yang seram, melainkan karena paras wajahnya yang eksotis dan lembut.

Pada hari itu, Ibu yang kami temui di salah satu kantor stasiun TV negeri, TVRI, tepatnya di kawasan Renon, Denpasar, sedang sedikit sibuk ditemani dengan alat musik etnik kesayangannya. Ibu saat itu menjadi salah satu seniman yang turut meramaikan acara launching album dari Anak Teralis Besi (ARBEZ), Lapas Kerobokan, yang juga dihadiri oleh banyak bintang tamu lainnya seperti, Lolot Band, Zat Kimia, The Hydrant, dan lain – lain.

Jika kamu penasaran bagaimana sosok Ibu sebenarnya dan apa saja kesibukan Beliau, yuk langsung baca interview tim Avilla Bali di bawah ini :

 

Avilla Bali   : Bagaimana kabarnya, Bu? Apa kesibukannya setelah selesai bermain dalam film horror Pengabdi Setan?

Ibu                 : Kabar saya setelah Pengabdi Setan, ‘baik.. sibuk..’ (dengan nada seram). Sekarang mondar mandir Bali-Jakarta terus. Biasanya tidur di area terdekat, di hotel, di rumah saudara, dimanapun area terdekat. Sebelum main di Pengabdi Setan, banyak aktifitas yang saya lakukan seperti, bermusik, coaching clinic, dan banyak tawaran lainnya, syukur, Alhamdullilah, seneng.

 

Avilla Bali   : Kalau boleh flashback nih, bagaimana seorang Ayu Laksmi bisa kecemplung dalam proyek bergenre horror, Pengabdi Setan?

Ibu                  : Ceritanya cukup panjang. Awal banget yang menghubungi saya itu Happy Salma. Happy yang menceritakan bahwa temannya Abang Joko Anwar akan membuat film Pengabdi Setan dan sedang mencari peran Ibu yang agak-agak mirip dengan Happy, tetapi lebih matang. Lalu Tuhan membisikkanlah nama saya ke Happy Salma. Kemudian Happy Salma membagi nomor telpon saya kepada Abang, dan akhirnya Happy mengatakan, ‘kalau Mbak Ayu tertarik, nanti Joko Anwar akan langsung menghubungi saya.’ Ya udah dihubungi, kemudian casting. Beberapa minggu kemudian dinyatakan lulus, lalu saya bermain menjadi ‘Ibu’.

 

Avilla Bali   : Bagaimana pendalaman karakternya sebagai ‘Ibu’?

Ibu                  : Pendalaman karakter sebenarnya tidak ada yang spesial. Saya merasa sebagai pendatang baru di dunia film, sekalipun ini bukan film pertama tetapi perannya adalah peran yang baru dan sangat menantang. Saya hanya mengosongkan diri, rela dibentuk, dilukis, dan diwarnai oleh sang sutradara agar mudah diarahkan karena menurut saya bahwa seni peran itu kita harus rela total untuk tidak menjadi diri sendiri.

 

Avilla Bali  : Apakah Ibu merasa dengan pengalaman yang Ibu punya, sangat membantu dalam peran Ibu di film ini?

Ibu                 : Peran Ibu ini adalah peran baru buat saya sekalipun sering bermain sebagai ibu – ibu. Pengalaman saya lebih banyak di dunia panggung seni pertunjukan. Memang ketika saya bernyanyi, otomatis penjiwaan itu berubah – ubah sesuai dengan tema lagu yang saya bawakan. Jadi saya pikir pengalaman saya dalam dunia musik dan dunia panggung membantu saya untuk melanjutkan tugas berperan sebagai aktris film, menjadi apa saja.

 

Avilla Bali  : Bagaimana pendapat Ibu tentang film Pengabdi Setan yang menjadi role model film horror “jaman now”?

Ibu                 : Saya sih seneng banget itu kan karena mungkin waktunya yang pas, bukan karena saya bermain baik. Tetapi sepertinya ada kerinduan dari penonton juga untuk sebuah karya film yang berkualitas, agak berbeda dengan film-film horror lainnya yang sudah pernah ada seperti Sundel Bolong, Kuntilanak dan lain sebagainya. Dan karakter Ibu di Pengabdi Setan ini dibuat lebih sedikit berbeda oleh sutradara.

 

Avilla Bali    : Dengan background Ibu sebagai seniman Bali, bagaimana pendapat Ibu tentang budaya luar yang masuk ke Bali? Contohnya, seperti anak muda di Bali yang suka nongkrong di Beach Club atau mendengarkan lagu – lagu Barat?

Ibu                   : Saya pikir itu adalah sebuah perjalanan proses, saya pun saat muda terpengaruh dengan sesuatu yang berasal dari luar. Jadi proses kehidupan, proses era yang harus dilewati anak muda sah – sah saja. Saya pikir tidak apa – apa, anak muda itu harus mengetahui banyak hal. Sebelum nanti ketika mereka berusia seperti saya, baru ketemu yang mana yang ingin diprioritaskan, apakah tetap mau jalan dengan sesuatu yang dipengaruhi oleh unsur barat atau mau kembali ke akar tradisi Indonesia. Jadi tidak apa-apa.

 

Avilla Bali     : Bagaimana Ibu mengangkat Bali lewat karya – karya Ibu?

Ibu                   : Saya mengangkat Bali melalui karya saya itu dalam kehidupan sehari – hari. Lahir dan besar di Bali tentunya saya sering berhadapan dengan peristiwa kehidupan, lifestyle, ceremony, perayaan lahir – hidup – mati yang saya angkat dalam karya – karya musik. Seperti misalnya padi, saya membuat lagu berjudul ‘Bhatari Nini’ itu sebutan lain dari Dewi Sri, dan juga tentang bulan, tentang penghormatan kepada alam semesta, penghormatan kepada sesama manusia, dan penghormatan kepada Tuhan. Ajaran dan kepercayaan lain dan konsep hidup di Bali seperti Tri Hita Karana, Tatvamasi dengan berbagai filosofi yang berada di Bali juga di wilayah lainnya saya angkat menjadi tema dalam beberapa syair lagu saya.

 

Avilla Bali    : Sebagai seorang seniman, mana yang paling Ibu sukai, menyanyi – menari – main alat music – acting – teater, atau yang lainnya?

Ibu                    : Kalau saya jawab semua saya suka boleh nggak? (sembari tertawa). Semua suka, asiknya beda – beda, di dalam dunia musik saya lebih bebas karena itu yang menjadi director-nya saya. Kalau dunia film justru kita harus asiknya kita rela, ada kerelaan untuk dibentuk. Kalau dunia teater satu hal, bukan suka, tetapi satu hal yang penting. Saya pikir semua seni harus punya dasar teater, karena itu akan menumbuhkan.

ayu-laksmi-pengabdi-setan

Avilla Bali     : Jika Ibu mendengar kata Bali, apa kata pertama yang terlintas di benak Ibu?

Ibu                    : Bali, liburan. Tapi saya tinggal di Bali dan juga berproses, bekerja, terinspirasi, hebat banget Bali luar biasa.

 

Avilla Bali     : Ibu kan sering ke berbagai negara untuk perform, adakah destinasi favorit Ibu?

Ibu                     : Saya dimana saja suka, pergilah kemana hatimu membawa. I like traveling, suka melihat hal – hal baru. Ketika Anda menanyakan “what is my favourite destination?”, agak sulit saya jawab. Karena setiap wilayah itu punya karakteristik beda – beda. Misalnya seperti saya suka ke India, yang langsung terbersit adalah belanja, ke Eropa ‘gedung-gedung tua’ atau Amerika ‘sesuatu yang modern dan virtual’. Jadi beda – beda, apa yang ditemukan di India tidak ditemukan di Amerika. Semuanya asik, tetapi yang paling asik di rumah sendiri yaitu di ‘Bali’.

 

Avilla Bali     : Dimana tempat favorit Ibu di Bali?

Ibu                    : Tempat favorit banyak, susah ya kalau jawab satu. ‘Rumah’ is my favourite place, my home di Denpasar, kampung halaman saya di Singaraja bersama ibu saya. Saya suka pantai, tapi jangan terlalu panas – panasan soalnya kulit saya sudah hitam, hehe. Yang dingin – dingin seperti di Toya Bungkah, Bedugul juga saya suka. Susah mah kalau saya disuruh milih satu, karena kembali lagi, karakternya beda – beda. Suasana hati juga beda – beda saat berada di suatu tempat.

 

Avilla Bali     : Apa aktivitas favorit Ibu di waktu luang?

Ibu                   : Bersih-bersih, berkebun, meditasi, yoga, main musik, buat lagu, dandan.

 

Avilla Bali     : Apa makanan favorit Ibu?

Ibu                    : Tahu, tempe, sayur. Saya tidak makan daging, tidak makan ikan, saya seorang vegetarian, jamur is my favourite food. Jamur goreng, jamur tumis, any kind of jamur saya suka.

 

Avilla Bali     : Siapakah tokoh idola Ibu?

Ibu                    : Tokoh idola saya tentu saja adalah Ibu saya sendiri. Perempuan yang sangat menginspirasi. Tetapi tokoh yang lain yang saya suka adalah Mother Teresa, Margaret Thatcher. Perempuan – perempuan deh saya suka, perempuan – perempuan yang punya komitmen terhadap apa yang dia pilih. Tina Turner juga suka sebagai seniman. Kalau bintang film siapa ya? Saya baru soalnya jadi bintang film jadi lupa nama – namanya karena banyak (sambil ketawa).

 

Avilla Bali : Apakah hobi Ibu?

Ibu               : Hobi saya tentu saja pada seni musik, tari, teater, acting, public speaking, foto model kadang-kadang, melukis, menulis tetapi saya kurang membaca jadi menulis masih kurang bagus. Hobi lain yang suka saya lakukan adalah nyetir mobil keliling – keliling  ke gunung – gunung lihat yang hijau – hijau, melamun dan berkebun juga saya suka.

 

Avilla Bali    : Bisa berikan tips dan trik untuk anak muda Indonesia, khususnya anak muda di Bali agar tetap produktif seperti Ibu?

Ibu                   : Lakukan dengan yakin apapun yang diyakini. ‘Believe in yourself’, orang bisa  berkomentar apapun, dan harus siap menerima kritik. Jangan menempatkan diri pada lingkungan yang penuh puja – puji. Karena itu tidak akan membuat dirimu tumbuh. Punya konsep tumbuh jika kita mau tumbuh, kita harus membiarkan orang lain tumbuh. Berbagi informasi, berbagi pengalaman. Berbuat sesuatu yang baru, menempatkan diri pada lingkungan yang baru. Mempelajari sesuatu yang baru. Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan kalau ada kemauan. Bahasa kerennya ‘where there is a will there is a way’. Ketika kesempatan dan peluang Dewi Fortuna menghampiri, pasti akan datang juga pada dirimu.

 

Avilla Bali      : Apa rencana Ibu ke depan?

Ibu                      : Rencana mengalir seperti air, seperti udara, yakin tetap memelihara semangat energi. ‘Whatever will be.’ Saya sebenarnya gak punya rencana, jadi rencana saya itu kadang – kadang dibuat oleh semesta. Jadi saya menunggu bisikan semesta untuk rencana-rencana selanjutnya. Doakan ya, supaya tetap semangat berkesenian, tetap diberikan kekuatan, diberikan inspirasi berada dalam lingkungan yang terus menerus bisa menumbuhkan saya.

 

Avilla Bali   : Yang terakhir, terkait dengan acara pada hari ini yaitu Anak Teralis Besi Lapas Kerobokan (ARBEZ), bisa tolong dijelaskan apa sih kegiatan yang dilakukan oleh ARBEZ ini, Bu?

Ibu                   : Saya pikir ini adalah kegiatan yang baik, karena menurut saya orang – orang kreatif biasanya ada dimanapun dan dalam situasi apapun mereka akan tetap kreatif. Tetapi mereka harus perlu ditemani, perlu harus diberikan semangat untuk tetap berkarya walaupun dalam situasi yang sulit. Supaya tidak menjadi tambah frustrasi. Karena kalau di penjara itu kan banyak hal yang terbatas ya, seperti tidur, makan, tidak bisa seperti bagaimana di luar. Jadi tetap harus menjadi kewajiban untuk kita semua untuk menemani mereka supaya terus berkarya.

Puspa Siagian
Puspa Siagian
She has decided to make her dreams come true. She works on her bucket list because when she travels, it is the best feeling ever. Also, she is a travel blogger and loves to share her journey with other people.