5 Desa Adat di Bali Untuk Kamu Kunjungi

#menujamtujuh
Kontes Menu Jam Tujuh
July 7, 2015
budaya bali
Fakta Unik Nama Orang Bali
July 9, 2015
Desa Adat Bali

Photo Credit: Flickr

Spread the love

Libur ke Bali tidak ada salahnya mampir ke desa-desa yang masih terjaga keasliannya. Kamu bisa berbincang dengan penduduk setempat, menginap di rumah penduduk, melihat adat dan budaya yang masih kental, menikmati udara yang sejuk dan masih banyak lainnya. Tentu akan membuat pengalaman liburan kamu berbeda. Berikut ini 5 desa adat tradisional yang wajib kamu kunjungi saat di Bali:

1. Desa Penglipuran

Desa Penglipuran Bali

Photo Credit IG: @fyndi_aw

Memiliki ciri khusus yakni rumah-rumah berarsitektur khas dan unik tersusun secara teratur dan tidak lepas dari budaya yang diwariskan turun temurun. Menariknya, sisi depan rumah serupa dan seragam dari hulu hingga hilir desa. Desa ini rapi, bersih, indah dan serba teratur. Penglipuran memiliki homestay untuk disewakan dan masih mempertahankan sisi tradisionalnya sehingga kamu bisa menikmati suasana desa, berinteraksi langsung atau ikut serta dengan aktivitas sehari-hari mereka. Terletak di Kabupaten Bangli, Bali.

2. Desa Budakeling

Desa Budakeling Bali

Photo Credit IG: @irina_khvatik

Desa ini menjadi salah satu pengembangan desa wisata, kamu bisa menginap di Budakeling karena tersedia homestay. Letaknya di bawah kaki Gunung Agung kamu bisa merasakan sejuknya udara desa. Budakeling adalah salah satu desa penghasil kerajinan perak dengan mutu yang baik. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan misalnya berbelanja ke pasar tradisional untuk dimasak, trekking menelusuri wilayah pedesaan dan persawahan, bersepeda, atau berinteraksi dengan anak-anak sekolah. Menarik bukan? Terletak di Desa Budakeling, Bebandem, Karangasem, Bali.

3. Desa Jasri

Desa Jasri Bali

Photo Credit IG: @nativenowhere

Salah satu desa adat di Bali, Jasri dikelilingi oleh persawahan, perkebunan dengan tiga ruas aliran sungai, perbukitan dan laut. Jasri memiliki semua potensi alam sehingga banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti surfing, trekking, cycling, village tour dan beberapa aktivitas menarik lainnya. Misalnya cooking class, Balinese dancing, membuat canang (offering), yoga dan meditasi, membuat gerabah, spa, memancing bersama nelayan dan lain-lain. Jasri juga menyediakan akomodasi untuk menginap di rumah warga yang dijadikan homestay dengan standar kamar hotel. Terletak di Kabupaten Karangasem, Bali.

4. Desa Tenganan

Desa Tenganan Bali

Photo Credit IG: @bayuusr

Desa Tenganan Bali

Photo Credit IG: @revaldydesta

Disebut sebagai Desa Bali Aga, artinya desa yang masih mempertahankan pola kehidupan masyarakatnya mengacu pada aturan tradisional yang diwariskan nenek moyang mereka. Mulai dari bentuk, pengaturan letak, besar bangunan, pekarangan hingga letak pura dibuat mengikuti aturan adat yang secara turun-temurun dipertahankan. Masyarakat setempat adalah seniman-seniman handal, mereka menenun sendiri kain gringsing yang legendaris dan hanya dibuat di desa ini. Terletak di kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.

5. Desa Blimbingsari

Desa Blimbingsari Bali

Photo Credit IG: @aristiaanggara

Mayoritas penduduk Bali memeluk agama Hindu, tetapi Desa Blimbingsari penduduknya mayoritas beragama Kristen. Menariknya warga desa adalah penduduk asli Bali bukan pendatang dan mereka tidak meninggalkan adat dan budayanya. Tentu desa ini terkenal dengan wisata rohaninya seperti kegiatan retreat dan ibadah. Blimbingsari memiliki kondisi alam yang indah, desa yang tertata rapi dan bersih. Kamu bisa menjumpai beberapa objek wisata menarik seperti hiking, trekking maupun outbound dan melihat langsung pembuatan kopra dan gula aren. Jika ingin menginap Blimbingsari juga menyediakan sekitar 85 homestay. Terletak di kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.