Pertunjukan Calonarang Yang Perlu Kamu Ketahui

Serunya Perang Tipat di Desa Kapal, Mengwi
October 12, 2016
BALI TIDBIT
May 5, 2017

Pernah tahu tentang pertunjukan Calonarang di Bali? Ketika pindah ke Bali, ada yang pernah mengatakan kepada saya, jika kamu ikut menonton pertunjukan tari Calon Arang, jangan pernah meninggalkan upacara sebelum berakhir karena berbahaya. Beberapa orang ada yang mengatakan itu hanyalah mitos belaka dan ada pula yang membenarkan. Sebenarnya apa yang akan terjadi jika kita meninggalkan Calon Arang sebelum berakhir? Bagaimana cerita aslinya? Berikut adalah penjelasannya:

Tentang Calonarang

Sebenarnya Calonarang adalah seorang tokoh dalam cerita rakyat Jawa dan Bali sejak abad ke 12. Namun di Bali, Calonarang merupakan salah satu tarian sakral umat Hindu yang cukup terkenal dan klasik bersifat spiritual dan terkesan mistis.

Kisah ini bermula saat seorang dukun wanita bernama Calonarang mengamuk karena putrinya Ratna Manggali mestki cantik tidak ada yang melamar karena orang takut kepada ibunya. Calonarang pun marah dan membalas dendam dengan menculik seorang gadis untuk dikorbankan kepada Dewi Durga di Kajeng Kliwon (hari ilmu hitam).

Akhirnya banjir besar melanda dan Calongarang menyebarkan wabah penyakit dan membuat banyak orang di kawasan itu meninggal dengan cara mengerikan.

Raja Airlangga, yang telah mendengar tentang hal ini, kemudian meminta penasihat, Empu Baradah, untuk menangani masalah ini. Empu Baradah kemudian mengirim muridnya, Empu Bahula, untuk menikah dengan Ratna Manggali. Keduanya menikah dengan pesta besar yang berlangsung selama tujuh hari tujuh malam, dan situasi kembali normal.

Calonarang memiliki buku yang berisi mantra-mantra sihir. Suatu hari, buku ini ditemukan oleh Empu Bahula dan menyerahkan kepada Empu Baradah. Begitu Calonarang tahu bahwa buku itu telah dicuri, ia menjadi marah dan memutuskan untuk melawan Empu Baradah. Tanpa bantuan Dewi Durga, Calonarang dikalahkan. Namun kesaktiannya dianggap terus ada dan hidup untuk menuntut balas.

Pertunjukan Tari Calonarang

Photo credut: imagedynamics

Photo credut: imagedynamics

Biasanya tarian ini dipentaskan pada tengah malam hari di pinggir kuburan umat Hindu Bali tanpa nyala lampu sedikitpun. Bahkan rumah-rumah penduduk di sekitar area pertunjukan Calonarang juga diminta untuk mematikan lampu dan tidak diizinkan kendaraan di jalan umum melintasi daerah. Jadi, bisa dibayangkan suasana mistis yang tercipta saat tarian ini berlangsung.

Biasanya dalam setiap pertunjukan Calonarang selalu memiliki cerita yang menarik dan menegangkan serta mengandung unsur mistis yang kental dan membuat tarian ini cukup diminati oleh masyarakat bahkan para wisatawan tertarik untuk menonton.

Pertunjukan Calon Arang identik dengan cerita antara perang kebaikan (dharma atau diwakili oleh Barong) melawan keburukan (adharma atau diwakili oleh Rangda, penyihir dengan taring dan mata melotot). Dua karakter ini selalu datang bersama-sama dalam hidup kita.

Penonton yang ingin menonton upacara tidak akan diizinkan untuk meninggalkan pertunjukan sebelum semua ritual selesai. Jika ada orang yang cukup berani untuk memutuskan meninggalkan area pertunjukan, dikatakan bahwa ada risiko yang cukup besar yaitu akan dihadang oleh ” ‘Leak'” yang diyakini mengelilingi area mencari jiwa-jiwa yang lemah.

Semakin lama suasana mulai berubah ketika bagian menakutkan, bahkan penonton biasa pun kadang bisa kerasukan yang hanya bisa disembuhkan oleh Balian atau dukun kuat. Dukun kemudian akan mulai memanggil “Leak” dan perang antara Leak dan Balian akan dimulai. Upacara akan selesai oleh fajar dan semua orang yang terlibat dalam upacara serta penonton akan pulang, mudah-mudahan terluka.

Nah terjawab sudah mengapa kita tidak boleh meninggalkan area pertunjukan Calon Arang sebelum selesai. Merasa tertantangkah buat menonton pertunjukan Calonarang yang melegenda ini?

 

Featured images: budaya.files.wordpress.com

 

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *